CLEANING MANAGEMENT SERVICES
Satgas Persilakan Rekaman Gayus Dihadirkan di Persidangan |
||
| Jakarta -
Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mempersilakan rekaman pemeriksaan
terhadap Gayus Tambunan dihadirkan di persidangan. Saat ini, rekaman
tersebut sudah diserahkan ke penyidik Kepolisian. "Kami setuju saja. Kan rekamannya sudah ada di polisi," kata anggota Satgas Mas Ahmad Santosa di Gedung UKP4, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, usai bertemu dengan Menkum HAM Patrialis Akbar, Senin (15/11/2010). Namun demikian, meski sudah dikantongi Kepolisian, rekaman tersebut belum dimasukkan di dalam berkas. Yang di polisi termasuk rekaman yang di Singapura? "Yang di Singapura nggak ada rekamann" jawab pria yang biasa disapa Ota ini. Sebelumnya, kuasa hukum Gayus Tambunan, Adnan Buyung Nasution meminta agar rekaman pemeriksaan terhadap kliennya oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dihadirkan di persidangan. "Kami minta bukti rekaman Gayus, baik yang ada rekaman di Satgas maupun di Singapura," kata Buyung di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (15/11/2010). Rekaman ini, lanjut Buyung, diperlukan agar semua menjadi terang benderang, meski anggota Satgas Mas Achmad Santosa sudah membeberkan soal asal uang Gayus saat menjadi saksi. "Supaya semuanya jelas," terang Buyung. Sebelumnya, Mas Achmad Santosa (Ota) di persidangan lalu menyebut perusahaan kelompok Bakrie sebagai penyumbang dana terbesar ke rekening Gayus Tambunan. Dana tersebut sebagai uang terimakasih karena Gayus telah membantu mengurus pajak anak perusahaan Bakrie yang bermasalah. "Di Singapura, secara gamblang Gayus katakan jumlah yang paling besar ketika ia terima dari wajib pajak, dari Grup Bakrie. Ia sebutkan KPC, Bumi Resources, Arutmin. Ia terima dalam jumlah besar. Ditotal dengan Rp 25 miliar, jumlahnya Rp 100 miliar," kata Ota saat bersaksi untuk Haposan Hutagalung di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jumat (12/11/2010). Di luar persidangan, kelompok Bakrie berkali-kali membantah 'nyanyian' Gayus tersebut. PT KPC, PT Bumi Resources dan PT Arutmin menyatakan tidak pernah memberi imbalan apa pun kepada Gayus Tambunan terkait dengan permasalahan pajak. "Kami kira Gayus perlu menyatakan dengan pengakuan yang baru kalau dia punya bukti. Orang yang menuduh harus bisa menunjukkan bukti, bukan sebaliknya," kata Corporate Secretary PT Bumi Resources, Dileep Srivastava, Selasa (28/9/2010). <a href="http://www.hosting24.com/" mce_href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" mce_src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a> |
||
Sabo Dam Efektif Tahan Material Vulkanik Merapi |
Mana yang Lebih Bagus, Tidur Menghadap Kiri atau Kanan? |
Awan Panas Merapi Turun, Mbah Maridjan Bertahan |
| Jakarta -
Sejauh ini Kota Yogyakarta masih terhindar dari banjir lahar dingin
pasca erupsi Gunung Merapi. Hal ini tak lepas dari peran sabo dam buatan
pemerintah, yang telah menahan sebagian besar material vulkanik yang
dimuntahkan Merapi. Sejak tahun 1970, pemerintah telah membangun sabo dam di aliran sungai tempat material vulkanik Merapi mengalir. Pembuatan sabo dam ini bertujuan untuk mengendalikan lahar. "Sejak 1970 kami sudah berpengalaman menangani Merapi. Dan sejak tahun itu sudah dibangun sabo dam-sabo dam untuk mengendalikan aliran lahar," terang Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hargono. Hal itu ia ungkapkan dalam konferensi pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jalan Kenari 14A, Yogyakarta, Senin (15/11/2010). Sejauh ini, sabo dam tersebut cukup efektif untuk mengendalikan material vulkanik yang dimuntahkan Merapi sekaligus menghindarkan Kota Yogyakarta dari bencana besar. "Dari tahun 1980-an sudah bisa mengindari (bencana). Sekarang kan yang mengalir ke Kali Code sudah halus. Yang masih agak kasar, dengan diameter 40 cm ke atas, maksimal tertahan di wilayah atas ringroad," jelas Bambang. Terkait erupsi Merapi tahun ini, Kementerian PU menilai jumlah material vulkanik yang dimuntahkan Merapi memang di luar dugaan. Meski demikian, sejauh ini sabo dam yang ada masih mampu menahan material tersebut. "Berdasarkan review master plan tahun 2001, kami berencana membangun 279 sabo dam. Dan sampai saat ini telah terbangun 244 buah. Dan itu untuk volume lahar 8 juta meter kubik. Tapi kenyataannya, material sekarang luar biasa banyaknya. Ada 140 juta meter kubik. Namun dengan adanya sabo dam, batu-batu besar sudah tertahan di atas. Yang sampai ke bawah sudah tinggal air dan pasir," ujarnya. "Selain itu, sabo dam juga berfungsi untuk menahan laju aliran lahar. Dengan adanya sabo dam, kemiringan sungai menjadi tak terlalu curam, sehingga aliran lahar dari atas juga tak terlalu cepat. Saya harap hal ini bisa menenteramkan masyarakat di sekitar sungai," tambahnya. Meski sabo dam sudah bekerja dengan cukup baik, Bambang tetap menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat. "Selain sabo dam, diperlukan juga kesiagaan masyarakat untuk mengantisipasi bencana. Kami sangat terbantu dengan adanya berbagai komunitas, seperti Komunitas Code, yang selalu mengabarkan kondisi terkini sungai," tegas Bambang. Terkait sungai-sungai di lereng Merapi yang kini dipenuhi material vulkanik, Kementerian PU juga telah memiliki rencana khusus. "Pada sungai-sungai yang rata, nanti akan dibuat guide channel. Jadi, sungai lama digali supaya airnya tetap di sungai, tidak meluap kemana-mana. Nanti bisa memanfaatkan tenaga manusia atau mesin," tutup Bambang. <a href="http://www.hosting24.com/" mce_href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" mce_src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a> . |
Seperti dikutip dari NYTimes, Selasa (26/10/2010) pada umumnya dokter akan menyarankan orang tidur miring sehingga gaya gravitasi bisa terjaga untuk menjaga isi perut. Banyak yang percaya tidur miring menghadap kanan lebih bagus dari pada menghadap kiri, karena bisa melindungi jantung dari posisi tertindih atau tertekan organ lainnya. Tapi ternyata tak selamanya demikian. Tidur menghadap kiri pun bisa memberikan manfaat untuk kesehatan terutama pada orang yang memiliki gangguan asam lambung. Fakta menunjukkan bahwa posisi tidur menghadap ke kiri sangat penting bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung seperti timbulnya rasa panas terbakar di perut (heartburn), karena posisi yang salah bisa membuat asam lambung masuk ke kerongkongan dan memicu insomnia. Sebaliknya beberapa studi telah menemukan bahwa tidur menghadap ke kanan akan memperburuk kondisi tersebut di atas, sedangkan jika menghadap kiri bisa membantu menenangkan. Bagi penderita gangguan lambung, tidur menghadap kanan membuat esophageal sphincter (saluran antara perut dan kerongkongan) melemah yang membuat asam lambung naik ke kerongkongan sehingga bikin perih di lambung. Sebaliknya bagi penderita gangguan lambung, tidur dengan posisi menghadap kiri akan membuat sambungan antara perut dan kerongkongan tidak terbuka meskipun kadar asam lambung tinggi. Hasil studi ini dilaporkan dalam The Journal of Clinical Gastroenterology. Dalam penelitian lain yang dimuat The American Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa tidur dengan posisi miring ke kanan bagi penderita lambung akan meningkatkan asam lambung dan kerongkongan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghilangkannya. Jadi jika menderita asam lambung atau insomnia, seseorang disarankan tidur miring menghadap ke kiri agar tidurnya menjadi lebih nyenyak. |
Jakarta - Juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan, belum juga turun sekalipun gunung ini telah mengeluarkan awan panas. Beberapa penduduk di desa Mbah Maridjan juga dilaporkan melepuh sekujur tubuhnya. Wakil Bupati Sleman Yuni Rahayu menuturkan sampai pukul 21.00 WIB belum tampak ada Mbah Maridjan di lokasi pengungsian. Padahal penduduk lereng Merapi yang luka bakar terus berdatangan dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman. "Mbah Maridjan masih di atas belum mengungsi," ujar Yuni kepada detikcom, Selasa (26/10/2010). Yuni menuturkan, dirinya tidak berniat menjemput Mbah Maridjan. Dirinya meyakini Mbah Maridjan akan turun sendiri jika merasa sudah mendesak. "Mbah Maridjan saja diminta turun oleh Sri Sultan saja tidak mau, apalagi saya," ujar Yuni. Pada saat Gunung Merapi bergejolak tahun 2006 silam, Mbah Maridjan memilih tinggal di kediamannya bersama para pengikutnya. Waktu itu prediksi Mbah Maridjan tepat, Gunung Merapi tak jadi meletus. Namun hingga pukul 20.00 WIB tadi, dilaporkan ada beberapa warga desa Mbah Maridjan di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, yang melepuh sekujur tubuhnya terkena wedhus gembel. Saat ini semua korban dirawat di RS Panti Nugroho. Sampai saat ini wedhus gembel dari aktivitas Gunung Merapi terus membawa korban. Setidaknya 13 warga mengalami luka bakar dan dilarikan ke RS Panti Nugroho, Sleman, Yogyakarta.
|